Kangen Kangenan

Oh. Udah berapa lama gak nulis fanfiksi disini? Dua tahun? Mungkin lebih…

Berdebu banget rasanya ya disini… haha

Jadi intinya sih lagi kangen kangenan sama semua blog fanfiksi yang pernah saya kunjungi, saya baca, saya kirimi “sampah-sampah” imajinasi saya tentang para pria Korea di luar sana. Ternyata sekarang keadaan udah sangat sangat berubah, ya? Banyak banget tulisan dimana-mana. Semua udah bisa nulis dan punya keinginan untuk nulis tentang idola prianya yang sekarang semakin ganteng ganteng dan keren. Sayangnya karena semua maunya nulis jadi jarang banget yang mau menuliskan sepatah dua patah katanya untuk sang penulis tersayang.

Mungkin itu karena sang pembaca merasa bingung mau menuliskan apa di kolom komentar tentang tulisan yang dia baca. Itu bisa diakibatkan banyak hal sih(pengalaman sebagai pembaca fanfiksi selama hampir empat tahun). Pertama pembaca gak ngerti yang ditulisin itu apa karena ceritanya ngawur, kata-katanya buat bingung, atau… gak asik aja.

Secara pribadi sih selain cast yang diliat, susunan kata-kata sama gaya bercerita juga diperhatiin, itulah mengapa beberapa blog menulis ini mewajibkan adanya summary alias ringkasan alias cuplikan cerita, biar pembaca tau gimana “gaya” yang penulis punya. Jadi tanpa harus buka link pembaca udah bisa memutuskan untuk terus membaca atau engga. Terus cerita atau konten didalam cerita yang ngawur atau gak menarik. Ceritanya udah banyak nih yang gini, gak ada yang baru dan buat terkejut kejut karena ada plot twist atau apapun itu, cuma ganti karakter aja. Bosen.

Kedua, ceritanya itu berasal dari autor terkemuka yang agak galak sama yang ngasih komentar di ceritanya, semacam judes karena si pengomentar ngasih komentar yang gak sopan, gak wajar, atau rese. Padahal sih kalau komentar kan emang gitu, ya? Ada aja… salahnya, ada aja yang aneh, karena semua orang itu latar pendidikan dan pengalamannya beda-beda. Pemahamannya juga beda-beda, jadi apa yang ada di pikiran dia tentang cerita, tentang semua yang ada di cerita dan gimana berkomentar juga pasti beda. Suka sedih kalau ada penulis yang judes sama yang ngasih komentar di cerita dia karena si pengomentar agak rese. Ya… mungkin sebagai pembelajaran, bagus juga, memberi pelajaran, tapi inget, orang Indonesia kadang kalau dikasarin malah suka kabur. haha. Pembaca dengan komen yang gak sesuai emang nyebelin sih, tapi mau gimana lagi? Yang gitu harus dihadapi, emang hidup selalu manis dan bahagia? Ada aja pasti yang ngasih kata kata gak pantes dan gak sesuai. Kalau mau tulis aja semua peraturan tentang buat komentar kaya di salah satu blog. Itu lebih tegas meski buat megan pribadi itu gak asik sama sekali.

Ngomentar jujur dianggap kasar. Ngomentar manis da ceritanya gak manis. Jadi mendingan diem aja.

Ketiga, ceritanya kebagusan dan yang komentar udah menyebutkan semua yang ingin disebutkan. Semacam takut melakukan pengulangan, gak original dan lain sebagainya. Males ah ngomennya udah ada komentar yang lebih bagus, nanti diacuhin lagi. Ya semacam gitu lah. Megan udah pernah jadi penulis cerita, pengomentar lebay, pengomentar jujur , pengomentar manis, dan tidak suka berkomentar alias silent reader.

Megan pribadi sih maunya kalau ada yang komen di cerita megan tuh jujur. Misalnya ih ceritanya biasa aja… atau biar lebih halus, ceritanya mungkin harus dikembangkan lagi? dll Kebiasaan dikomentarin jujur sih, megan tuh. Atau bahasanya rumit, narasinya kepanjangan, gak ngerti, dan lain sebagainya. Karena jujur deh, nulis fanfiksi itu biar nulisnya semakin kece, biar ada yang terhibur dan dapet praising karena buat mereka bahagia. Tapi sekarang… semakin tua… semakin mikir kalau nulis itu untuk buat megan tetep waras. Jadi yaudah kalau gak ada yang baca biarin aja, gak ada yang komen yaudah berarti gak semenarik itu tulisannya, dan kalau ada yang komen dan muji berarti lumayan tapi gak sebagus itu juga karena bentuknya masih fiksi dan dalam forum kecil.

Udah tentang pembaca yang malas berkomentarnya.

Megan mau cerita tentang para penulis fiksi yang dulu megan jumpai sekarang masih ada tapi udah jarang jarang nongol lagi. Mereka banyaknya lebih  muda, lebih tua, dan beberapa seumuran. Kebanyakan sih udah pada move on dari dunia perfanfiksian dan fokus sama… apapun itu yang ada di dunia mereka. Megan merasa kehilangan, beneran. Berasa sepi juga karena sekarang anak anak yang komen komenan itu gak megan kenali sama sekali. Males juga kenalan karena takut mereka bakal ngilang di akhir. Taulah Kpop tuh pelampiasan hidup yang gak asik. Jadi orang orangnya juga temporer alias sementara. Megan aja ngilang terus, gak nulis banyak lagi, dan komentar jarang. Yaaa gitu lah. Kehidupan nyata buat megan lebih milih bahagia liat MV dan reality dan baca dibandingin buat sendiri harus mikir lagi.

Duh, ngelantur banget omongannya ini. haha

Jadi mau kangen kangenan sama karya penulis lama yang asik dulu, karena ada rencana untuk pergi dari dunia ini nih karena usia udah semakin banyak dan tuntutan hidup semakin tinggi/ halah/ Sekarang mah waktunya untuk hidup di dunia yang sesungguhnya, bukan nulis tentang kehidupan yang bukan punya megan. Megan mau mulai nulis tentang kehidupan megan yang sesungguhnya, yang nyata, yang apa adanya. Bukan lagi tentang pria pria tampan nan menawan yang jauh di Korea sana. Mungkin BTS ini jadi grup terakhir yang megan bias setengah mati sebelum megan berusaha mati matian berhenti suka KPOP/agak gak mungkin sih/ tapi megan mau berhenti beneran. Fokus sama kehidupan yang harus diperhatiakan karena selama ini megan terlalu fokus sama KPOP an. KPOP gak ngasih megan apapun kecuali posesif feeling.

Udah ah. Ngaco nih. Udah malem sih. Haha